Jumat, 13 Februari 2009

Nyanyi Hidup, Ayat-ayat Tuhan

Do Re Mi,
Alif Ba Ta
Nyanyi hidup,
Ayat-ayat Tuhan
Lidahmu mengeja aksararealita tapi belum ungkap makna
Seperti hidupmu yang kelam legam
Masih kucari makna jeritmu; kerap berganti nada jadi cacimaki sumpahserapah pada bedebah. Lalu meratapi garis takdir compngcamping yang bertaut dalam jelaga kepapan yang nyaris sempurna.
Lakonmu adalah tarian nestapa nyanyi hidup, hingga Tuhan menangisi doadoa kita, lalu ikut memakimaki sepah bumi.
Dan tangan malaikatpun keram menulisi catatn dosa-dosa yang saling berhimpit pada rumah usia - kita - merutuki ayatayatNya
Masih hitam kelebat awan naungi harihari jatuh.
Seperti sang kelana pulang ke peraduan, bumi mengeluh letih, kadang marah, kadang sinis. Amarahnya berkobar api dari dadanya yang menjulang sempurna. Ia hempashempaskan tubuhnya yang lapar, hingga lidahnya menjulur menyapu raga penghuninya, tak kenal karma tak kenal kasta.
Ah, siapa bilang bumi enggan berbagi rasa.
Masih kucari makna jeritmu; sebuah nada sumbang fatamorgana asa dan remah semangat diantara kamuflase hidup atau mati.
Kau yang beringsut memperbaiki denah jalan hidupmu,
Harus teronggok lagi
Beberap kepal tanah masih merah
Tapi kamboja terus saja jatuh
Do Re Mi,
Alif Ba Ta
Nyanyi hidup,
Ayat-ayat Tuhan
Lidahmu mengeja aksararealita tapi belum ungkap makna
Seperti hidupmu yang kelam legam
Matamu nelangsa,
Lidahmu mengeja
Do Re Mi
ALif Ba Ta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar